Ezra Saraswati (@crackerseater) seorang Doodle Artist yang sedang bekerja di sebuah Developer Game di Jakarta. Menurut dia, makanan enak bisa menjadi inpirasi dalam berkarya. Ingin tahu Quote inspratif dari Ezra untuk seniman-seniman dalam negeri yang masih malu mengapresiasikan karyanya? Yuk, simak interview kita berikut ini: 

- Hay, Ezra! Sekarang sedang disibukan dengan kegiatan apa?

Kesibukan sekarang sedang jadi pekerja seni disebuah developer game di jakarta, biasa nya develope UI untuk game untuk mobile atau pun web

- Sejak kapan kamu mulai tertarik untuk menggambar?

Sejak kecil sudah suka menggambar, menuangkan imajinasi dan cerita, kayaknya memang nggak pintar ngomong jadi gambar aja

- Jika sedang menggambar, musik apa yang kamu dengarkan untuk menjadi mood booster kamu?

hahahahaha, ini sulit dijelaskan. Secara saya random sekali kalau soal musik, kalau lagi suntuk bisa dengerin post rock, tapi kalau cerah ceria bisa dengerin electronic, ataupun kalau deadline, rock pun bisa jadi teman akrab.

- Setiap gambar yang kamu buat, biasanya menggunakan media/software apa? 

Media bisa digital ataupun tradisional, kalau digital pakai Adobe Ilutrator (AI) saya basic nya suka vector drawing dan Illustrator dari adobe bisa menampung aspirasi saya, dan kalau manual drawing pen, cat air dan pensil warna, karena media tersebut memang memberikan hasil gambar yang saya inginkan, tidak terlalu rapih tapi bukan berati berantakan

- Jika diberikan kesempatan untuk berkolaborasi bersama salah satu seniman dunia, siapa yang akan kamu pilih?

Mattias Adolfsson sama Scott Campbell, karena mereka berdua berkontribusi besar dalam pengolahan alam imajinasi media yang saya pilih sekarang, Mattias dengan ink organik nya dan Scott.C dengan karakter sederhana dan bisa ditangkap semua orang

- Inspirasi yang biasa kamu dapatkan darimana atau apa?

Makanan enak hahahaha - i love food kalau kata milo dari Descendents :D

- Pernah berniat untuk membuat solo exhibition?

Ada

- Kendala-kendala apa saja yang kamu hadapi dalam menggambar?

Mood

- Rencana kamu untuk kedepannya?

Menyelesaikan project daily doodling yang sedang dijalankan dan project2 buku ilustrasi yang masih nyangkut hahaha

- Berikan satu Quote khusus untuk mensupport seniman” dalam negeri yang masih malu mengapresiasikan karyanya?

Keep practicing never give up, you have your own style develop them it’s yours. :)

portablecinema:

Paperman by John Kahrs

A very beautiful animation from Disney that surprisingly releasing it for free on the internet.

Introducing a groundbreaking technique that seamlessly merges computer-generated and hand-drawn animation techniques, first-time director John Kahrs takes the art of animation in a bold new direction with the Oscar®-nominated short, “Paperman.” Using a minimalist black-and-white style, the short follows the story of a lonely young man in mid-century New York City, whose destiny takes an unexpected turn after a chance meeting with a beautiful woman on his morning commute. Convinced the girl of his dreams is gone forever, he gets a second chance when he spots her in a skyscraper window across the avenue from his office. With only his heart, imagination and a stack of papers to get her attention, his efforts are no match for what the fates have in store for him. Created by a small, innovative team working at Walt Disney Animation Studios, “Paperman” pushes the animation medium in an exciting new direction.

Lidya Adventa adalah seorang ilustrator handal lulusan Institut Teknologi Bandung, yang sekarang sedang menekuni keahliannya dalam jewelry design. Atas pemberian komik-komik Astro Boy dari ayahnya sewaktu duduk di Sekolah Dasar, menarik perhatian Lidya untuk terjun dalam bidang seni lukis. Penasaran ingin tahu tentang dia lebih luas lagi? Berikut interview kita bersama Lidya Adventa:


Sekarang sedang disibukan dengan kegiatan apa, Lid?

Sekarang lagi nekunin jewelry design yang dulu jadi fokus tesis sama belajar tattoo. Pengen ngurangin aspek digital dan balik lagi ke tehnik-tehnik gambar/crafty projects yang pure manual. Karena di jaman yang sarat banget dengan penggunaan teknologi bikin segala sesuatunya jadi terlalu mudah dan instan, akhirnya kita jadi males ngedalemin hal2 yang bahkan kita anggap menarik, dan itu agak nakutin buat saya. 

Sejak kapan kamu tertarik untuk melukis? 

Dulu saya terkesima banget sama ilustrasi di buku-buku Hans Christian Andersen dan komik-komik Astro Boy pemberian ayah saya jaman SD. Serta waktu ngeliat kakek saya ngelukis di waktu senggangnya, mimik muka yang rileks dan nikmatin harinya itu bikin saya pengen nyoba menggambar.

Jika sedang menggambar, musik apa yang kamu dengarkan untuk menambah mood kamu untuk menggambar?

None in particular, it’s not the music that controls my mood, but the other way around… :))

Biasanya kamu memilih Lukisan yang kamu buat biasanya menggunakan alat apa? Dan kenapa memilih alat itu untuk sarana kamu dalam berkreatifitas? 

Pensil dan drawing pen biasa, dan apapun yang ada disekitar asal masih berfungsi baik. Winsor&Newton brushes are good, branded tattoo machines are good, but they’re just tools.

Jika diberikan kesempatan untuk berkolaborasi melukis bersama salah satu seniman dunia, seniman siapa yang kamu pilih? Dan kenapa?

Beberapa, lebih pengen ‘berguru’ tepatnya karena saya bukan di posisi untuk kolaborasi dengan mereka… Todd Schorr, karena karyanya; Five O’Clock Shadow in Disney-Dali Land, jadi sebuah kritik buat dua idola masa kecilnya yang terjebak di komersialisasi seni (kita pasti pernah kecewa dengan satu figur yang kita anggap istimewa), Banksy, dan Escif.

Inspirasi yang biasa kamu dapatkan darimana atau apa?

Ensiklopedi, lukisan era Baroque dan Rococo, arsitektur neo-brutalis, Art Deco dan visualisasi post-apocalypse, budaya kuno dan tradisional.

Baru-baru ini saya nonton dokumenter yang bagus sekali, judulnya Samsara- it shows all sides of the earth, scenics, budaya, industri… dari yang pengen kamu tau- dan kamu harap ga tau- sangat inspiratif sekali buat saya.

Ada keinginan membuat solo exhibition?

Nope. :))

Kendala-kendala apa saja sih yang kamu hadapi dalam menggambar?

Mood, karena saya belum bisa nyampein apa-apa di gambar-gambar saya, saya bisa menikmati prosesnya, tapi akhirnya they’re still nothing.

Apa rencana kamu untuk kedepannya?

Nyelesein yang udah saya mulai, nikmatin hidup dan terus belajar.

Berikan satu Quote khusus untuk mensupport seniman” dalam negeri yang masih malu mengapresiasikan karyanya?

“I believe in art not to decorate the homes of the rich but as a tool to open doors and break barriers.” - Escif.


Lidya Adventa Sites:

humanivorestudio.blogspot.com

www.facebook.com/humanivorestudio

Diraratri Kusraharjo (@diraratrihg) mungkin sebagian orang yang mengetahui dia dengan nama deeraratri, karena itu nama blog yang berisikan ilustrasi Dira. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa sih deeraratri? Nama dira kenapa jadi deera? Oke, deera itu diambil dari sebuah kata “deer” berarti rusa, karena saya menyukai hewab tersebut maka terlintas saja dia membuat nama blog deeraratri.blogspot.com yang penyebutannya sama dengan Deerarartri. Mahasiswi Binus University jurusan DKV ini, selain hobi menggambar ia juga senang mendegarkan musik dalam ipod-nya, dan makan.  Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Dira, bisa kalian simak interview kita berikut ini.

Kesibukan apa yang sedang kamu kerjakan sekarang, Dira?

Kesibukan masih ngerjain tugas-tugas kampus, selingannya gambar sih , kolaborasi dengan artist juga hehe

Sejak kapan kamu tertarik untuk melukis?

Melukis itu sendiri dari kecil ,dan benar-benar ditekankan lagi mulai tahun 2010/2011
saya suka awalnya melihat foto yang menurut saya itu bagus nah ya mungkin dari jaman ke jaman sih. Saya suka namanya Fashion ya walaupun sebagai penikmat saja hehehe dari situ saya punya banyak inspirasi untuk gambar saya.

Jika sedang menggambar, musik apa yang kamu dengarkan untuk menambah mood booster dalam menggambar?

Setiap lagu yang udah di iTunes saya sih otomatis itu semua lagu saya suka, semua bisa mengubah mood saya.

Lukisan yang kamu buat biasanya menggunakan alat-alat apa saja sih?
Pensil , app photoshop . kalau skesta pasti lebih mudah pakai pensil untuk aplikasi photoshop itu app yang mudah sih untuk media mewarnai dr segi kepraktisan, 
dan sekarang mau mencoba untuk mixedmedia.

Jika diberikan kesempatan untuk berkolaborasi melukis bersama salah satu seniman dunia, seniman siapa yang kamu pilih?

Aku akan menyebutkan dua artist dengan karakter yang jauh berbeda aja ya, Paula Bonet mungkin bisa langsung dilihat diwebnya http://www.paulabonet.com dan Q-TA dia asal tokyo

Biasanya inspirasi yang kamu dapatkan itu darimana?

Dari apa yang saya lihat seperti foto sih terutama golongan fashion.

Ada keinginan membuat solo exhibition?

Wah itu sih udah keinginan lama , ingin banget ! mungkin setelah semua karya banyak terkumpul.

Kendala-kendala apa saja yang kamu hadapi dalam menggambar?

Dikala ga ada musik dan ga ada internet .

Rencana kamu untuk kedepannya?

Membuat banyak media untuk menggambar/mengilustrasikan.

Berikan satu Quote khusus untuk mensupport seniman-seniman dalam negeri yang masih malu mengapresiasikan karyanya?

“Bila kamu bersembunyi kapan untuk dikenali”

Diraratri Kusraharjo Sites:


Contact Person:

diraratrihg@hotmail.com